Wannura Anatomi

TERAPI KESIHATAN ALAMIAH

Payudara dan anatomi payudara

Posted by zainura66 di 10 Oktober 2012

1. Tulang dada (Chest wall)
2. Otot Pektoralis (Pectoralis muscles)
3. Lobulus (Lobules)
4. Permukaan putting tetek (Nipple surface)
5. Areola (Areola)
6. Saluran Laktiferus (Lactiferous duct)
7. Tisu-tisu lemak (Fatty tissue)
8. Kulit (Skin)

Payudara (mammae, susu) adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Salah satu fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kelenjar payudara, yang beratnya lebih kurang 200 gram, sewaktu hamil 600 gram dan sewaktu menyusui 800 gram.

Pada payudara terdapat tiga bahagian utama, iaitu :

1. Korpus (badan), iaitu bahagian yang membesar.
2. Areola, iaitu bahagian yang kehitaman di tengah.
3. Papilla atau puting, iaitu bahagian yang menonjol di puncak payudara.

Areola

Letaknya mengelilingi puting susu dan berwarna kegelapan yang disebabkan oleh penipisan dan penimbunan pigmen pada kulitnya: Perubahan warna ini bergantung dari corak kulit dan adanya kehamilan. Pada wanita yang corak kulitnya kuning langsat akan berwarna jingga kemerahan, bila kulitnya kehitaman maka warnanya akan lebih gelap. Selama kehamilan warnanya akan menjadi lebih gelap dan warna ini akan menetap untuk selanjutnya, jadi tidak kembali lagi seperti warna aslinya semula.

Pada daerah ini akan terdapatnya kelenjar peluh, kelenjar lemak dari Montgomery yang membentuk tuberkel dan akan membesar selama kehamilan. Kelenjar lemak ini akan menghasilkan suatu bahan yang dapat melicinkan kalang aerola) payudara selama menyusui. Di bawah ini kalang payudara terdapat duktus laktiferus yang merupakan tempat penampungan air susu. Luasnya kalang payudara adalah 1/3 – 1/2 dari payudara.

PUTING SUSU

Terletak setinggi interkosta IV, tetapi berhubung adanya pelbagai bentuk dan ukuran payudara maka letaknya pun akan berlainan pula. Pada tempat ini terdapat lubang-lubang kecil yang merupakan muara dari duktus laktiferus, hujung-hujung serat saraf, pembuluh darah, pembuluh getah bening, serat-serat otot polos yang tersusun secara sirkuler sehingga bila ada kontraksi maka duktus laktiferus akan memadat dan menyebabkan puting susu ereksi (menegang), sedangkan serat-serat otot yang longitudinal akan menarik kembali puting susu tersebut.

Lobulus

Payudara terdiri dari 15-25 lobus. Masing-masing lobus terdiri dari 20-40 lobulus, selanjutnya masing-masing lobulus terdiri dari 10-100 alveoli dan masing-masing dihubungkan dengan saluran air susu (sistem duktus) sehingga merupakan suatu pohon. Bila diikuti pohon tersebut dari akarnya pada puting susu, akan didapatkan saluran air susu yang disebut duktus laktiferus.

Di daerah kalang payudara duktus laktiferus ini melebar membentuk sinus laktiferus tempat penampungan air susu. Selanjutnya duktus laktiferus terus bercabang-cabang menjadi duktus dan duktulus. Tiap-tiap duktulus yang pada perjalanan selanjutnya disusun oleh sekelompok alveoli. Di dalam alveoli terdiri dari duktulus yang terbuka, sel-sel kelenjar yang menghasilkan air susu dan mioepithelium yang berfungsi

Satu Respons to “Payudara dan anatomi payudara”

  1. […] 6. PAYUDARA […]

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: